Mahasiswa Tadris Matematika Laksanakan PLK di Kampung Batik Banyumas, Ulas Keterkaitan Batik dengan Konsep Matematika
- Diposting Oleh Admin Tadris Matematika
- Rabu, 22 April 2026
- Dilihat 43 Kali
Program Studi Tadris Matematika melaksanakan kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) pada Sabtu, 18 April 2026 di Kampung Batik Banyumas. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran pada mata kuliah Fun Mathematics, Trigonometri, dan Geometri Analitik dengan tema “Melihat Matematika Lebih Dekat”.
Kegiatan PLK ini didampingi langsung oleh dosen pengampu, Ibu Ikha Yuliati, M.Pd., dengan tujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa agar dapat memahami konsep matematika dalam konteks kehidupan nyata, khususnya melalui seni dan budaya lokal berupa batik.
Dalam keterangannya, Ibu Ikha Yuliati, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami matematika secara teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan objek nyata yang ada di lingkungan sekitar. ”PLK ini saya adakan supaya kalian memahami matematika dari batik secara langsung,” ujar Ibu Ikha Yuliati, M.Pd.
Kegiatan berlangsung dengan observasi langsung terhadap proses pembuatan batik, pengenalan pola dan motif batik, serta sesi diskusi bersama pemilik batik. Mahasiswa memperoleh penjelasan dari salah satu pengrajin di Kampung Batik Banyumas, Bapak Ahmad Namawi, mengenai filosofi serta nilai-nilai yang terkandung dalam motif batik Banyumas.
Dalam pemaparannya, Bapak Ahmad Namawi menjelaskan bahwa batik bukan sekadar karya seni, melainkan juga memiliki pesan moral dan nilai kehidupan yang dapat dipelajari oleh masyarakat. “Setiap motif batik memiliki makna tersendiri dan mengandung nilai kehidupan yang dapat menjadi pelajaran,” tutur Bapak Ahmad Namawi.
Bapak Ahmad Namawi juga memperkenalkan beberapa motif batik khas Banyumas, di antaranya motif Sekarjagat yang melambangkan toleransi, motif Serat Kayu yang melambangkan kehidupan manusia dalam keharmonisan, motif Ramuk atau Akar yang melambangkan bahwa manusia harus hidup kuat, serta motif Mata Berkutup yang bermakna bahwa manusia harus tajam dan selektif dalam memilih teman serta menjalin hubungan agar tidak mudah tertipu.
Selain memperlajari filosofi batik, mahasiswa juga mengamati adanya unsur matematika dalam pola-pola batik, seperti bentuk garis, lingkaran, garis lengkung, kurva, serta simetri yang tampak pada kombinasi motif. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Maulida Yogi Noviana, menyampaikan bahwa motif batik memiliki keterkaitan erat dengan matematika. “Ada gambar garis dan juga lingkaran serta garis lengkung yang nanti bisa menjadi kurva. Menurut saya batik sangat berkaitan sekali dengan matematika karena kombinasi pola kanan dan kiri sama, sehingga memerlukan analisis matematika sendiri terutama untuk pengukurannya,” ungkap Maulida Yogi Noviana.
Melalui kegiatan PLK ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terhadap penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang menarik sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan konsep matematika secara nyata.